Tampilkan postingan dengan label Indonesia Bangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Bangga. Tampilkan semua postingan

27 Januari 2012

Robot Becak & Medali Emas


Robot becak batik buatan anak Indonesia tepatnya siswa SMP Negeri 7 Bandung memenangkan Olimpiade Robot Internasional 2011 pada Desember 2011 lalu, dan meraih medali emas. 

Robot berbentuk becak mini ini, berhasil menjadi juara pertama dalam kategori Energy Saving Robot, yaitu robot ramah lingkungan dengan sumber energi tenaga surya. Melalui ciptaannya tersebut, para siswa berharap becak yang merupakan kendaraan umum khas Indonesia tidak punah, dan para pengemudi becak tidak harus menggoes lagi becak mereka, namun cukup menginjak pedal gas dengan tenaga sinar matahari. Sehingga becak tetap menjadi kendaraan umum yang ramah lingkungan namun lebih efisien.

Kategori Energy Saving Robot menantang para peserta untuk membuat robot yang sanggup bergerak tanpa tenaga baterai, melainkan dari cahaya lampu sebagai pengganti sinar matahari. Kategori ini termasuk kategori lomba yang sulit, sehingga tidak semua negara peserta ikut.

Robot berbentuk becak mini dengan motif batik buatan siswa SMP Negeri 7 Bandung sanggup menempuh jarak satu meter dalam waktu satu menit, sesuai dengan waktu yang disediakan panitia lomba. Setiap satu sampai tiga detik, robot tersebut berhenti untuk mengisi tenaga cahaya, kemudian maju 10 sentimeter perdetik.

Salah satu siswa tim perakit robot SMP Negeri 7 Bandung, Azman Syah Barran mengatakan, timnya hanya membutuhkan waktu tiga jam untuk merakit robot tersebut. Namun, proses belajar merakit butuh waktu hingga tiga bulan lamanya. Azman menjelaskan, “Awalnya sih belajar robot dari sekolah, ekskul (ekstrakurikuler), dari awal tahap dari nol, sampai seratus persen bisa bikin gini”.

Azman menambahkan, robotnya sengaja dibuat berbentuk becak, karena merupakan ciri khas Indonesia. Ia pun berharap, di masa depan para pengemudi becak tidak perlu lagi menggoes becak mereka, namun hanya cukup menginjak pedal gas dengan energi dari tenaga matahari. “Jadi biar menunjukkan kepada orang Indonesia bahwa ciri khas Indonesia itu becak. Jadi enggak usah ngegoes lagi, jadi tinggal pakai (pedal) gas gitu,” ujar Azman.

Energy Saving Robot dan Indonesiana merupakan kategori baru pada Olimpiade Robot Internasional 2011 kemarin. Kategori tersebut menantang peserta untuk membuat robot tanpa tenaga baterai, sekaligus membuat robot yang berciri khas Indonesia. Salah satu pembimbing tim robotik SMP Negeri 7 Bandung, Rahmat Nurcayadin mengungkapkan, secara teknis, robot buatan anak didiknya tergolong sangat efisien.

Selain bobotnya ringan, yaitu 120 hingga 180 gram, komponen yang digunakan pun sudah paling tepat dan menggunakan teknologi tinggi. Sehingga robot tersebut bisa berjalan maksimal dengan kecepatan satu meter perdetik di bawah sinar matahari. Sedangkan jika di bawah sinar lampu 2000 watt, kecepatannya bisa mencapai satu meter permenit. Kecepatan tersebut sudah merupakan kecepatan tertinggi.

“Secara teknis, robot kami ini sangat efisien sekali. Robot ini bisa berjalan dengan maksimal, kecepatannya kalau di bawah matahari bisa mencapai satu meter perdetik. Kalau di bawah lampu yang 2000 watt kecepatannya bisa mencapai satu meter permenit. Itu sudah kecepatan tertinggi,” papar Rahmat Nurcayadin.

Olimpiade Robot Internasional diselenggarakan oleh International Robot Commitee. Ajang tersebut pertama kali berlangsung di Korea Selatan pada 1999. Tuan rumah acara tahunan itu bergantian di sejumlah kota di Korea Selatan, Tiongkok, Hong Kong, Australia, dan Malaysia. 

Tahun 2011 kemarin, Indonesia menjadi tuan rumah acara tersebut, di kota Jakarta. Olimpiade Robot Internasional melombakan 14 kategori. Jumlah peserta lomba itu mencapai seribu orang, dari 13 negara, seperti Malaysia, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, dan Amerika Serikat.

Dikutip dari : V.O.A Indonesia

13 Januari 2012

Alvian/Gloria Juara Dunia


Pemain ganda campuran Indonesia, Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja, tampil sebagai juara pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Yunior 2011 yang berlangsung di Taiwan. Pada partai final Minggu (6/11), terjadi all Indonesia final di sektor ganda campuran, Alfian/Gloria menang atas kompatriotnya, Ronald Alexander/Nuraidah Tiara Rosalia, 12-21, 21-17, 25-23.

Gloria merupakan gadis kelahiran Bekasi, 28 Desember 1993 dan berpostur 182 cm. Karier bulutangkisnya diawali kala masih berusia empat tahun. Pengetahuan tentang dasar bulutangkis diperkenalkan sang ayah, Samuel Widjaja. Setelah sekian lama menggeluti bulutangkis, Gloria akhirnya bergabung dengan PB Djarum pada 2007.

Pemain belia yang baru saja menjuarai BWF World Junior Championships 2011 pada nomor campuran ini menyatakan tidak akan puas sebelum juara. Baginya, gelar juara bahkan lebih penting daripada dipanggil ke pelatnas sekalipun. Tapi dia sadar lambat laun juga akan dipanggil pelatnas bila konsisten dalam mencetak prestasi.

Indonesia sebenarnya menempatkan dua wakil lainnya di nomor tunggal putri dan ganda putrid di partai final. Sayang, keduanya gagal menjadi juara. Di tunggal putri, Purwaningtyas Elisabeth kalah dari juara bertahan asal Thailand, Ratchanok Inthanon, 6-21, 21-18, 13-21.

Sementara pasangan Shella Devi Aulia/Anggia Shitta Awanda juga harus puas menjadi runner-up. Pasangan ini kalah dari pemain Korea Selatan, Lee So Hee/Shin Seung Chan, 16-21, 21-13, 19-21.

Video Final Ganda Campuran :

11 Januari 2012

Astrid Elena Top 15 MW 2011


Setelah tujuh kali mengirimkan wakilnya dalam ajang Miss World. Untuk pertama kalinya, perwakilan Indonesia pada Miss World 2011 masuk 15 besar dari 113 kontestan dari berbagai negara. Perlu diketahui, tahun ini Indonesia dalam ajang Miss World 2011 diwakili oleh Astrid Elena. Meski tidak berhasil menjadi juara di Miss World 2011, Miss Indonesia 2011, Astrid Elena yang mewakili Indonesia berhasil tembus 15 besar. Dan sepanjang sejarah Astrid adalah wakil dari Indonesia pertama yang berhasil tembus 15 besar. Sebuah prestasi yang cukup dibanggakan.

Pada awalnya Astrid Eelen tidak tembus 30 besar bahkan 15 besar pada saat ajang final ini berlangsung, namun ada beberapa hal yang membuat Astrid masuk lima belas besar. Kepiawaiannya memainkan piano dan juga berhasil memenangkan penghargaan lainnya. Ia menyabet peringkat pertama untuk fast track kategori “beauty with purpose” yang mengambil tema Kaki Gajah adalah salah satu faktor yang menjadikannya masuk lima belas besar di ajang Miss World 2011. 

Setelah diumumkan bahwa yang menang Beauty With Purpose adalah wakil dari Indonesia, maka point Astrid langsung melejit dan bertengger di urutan ke 15. Kegagalannya masuk ke babak selanjutnya, diakui gadis yang akrab disapa Ellen ini akibat faktor fisik orang Indonesia yang kalah dengan gadis-gadis asal Amerika Latin dan Eropa. “Kesulitan paling besar, ya postur badan. Saya sadar, perempuan Indonesia memang lebih pendek dibanding perempuan-perempuan asal Amerika Latin maupun Eropa, rambut mereka yang pirang juga membuat mereka semakin menonjol dibanding perempuan Asia,” ucap Ellen.

Video Saat Top 15 besar :


7 Januari 2012

Indonesia Menang Parade Bunga Pasadena 2012


 sumber: nicemicee.com

Tanggal 2 Januari 2012 kemarin, California mengadakan Karnaval Bunga Pasadena 2012. 123 peserta karnaval ikut meramaikan acara ini. Indonesia berhasil memenangkan kompetisi adu indah dalam merangkai bunga.

Setelah 16 tahun absen dalam acara menarik ini, Indonesia kembali mengikuti turnamen di tahun 2012. Tema yang dipilih diambil dari tema pariwisata Indonesia yaitu wonderful Indonesia. Indonesia membentuk bunga-bunga menjadi  Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan representasi pagar alam Sumatera Selatan.

Seperti dilansir dari www.kabarinews.com, Sabtu (7/1/2012), lebih dari 100 peserta karnaval memadati jalan area karnaval sepanjang 8,85 km. Hiasan bunga yang indah dan menarik berhasil membuat para penonton berdecak kagum. Yang menarik, iring-iringan  dari Indonesia banyak disukai dan mendapat sambutan hangat dari semua orang yang menonton.

Para penonton terpukau dengan desain GWK yang dikelilingi 6 penari Bali dari WHO.  Selain 6 penari, iring-iringan ini juga menghadirkan Putri Pariwisata Indonesia 2011,  Melisa Putri Latar yang berdiri di atas rangkaian bunga raksasa itu.  Desainer karnaval bunga  Indonesia, Raul Rodriguez dan Miss Teen USA yang lahir di Jakarta, Meeghan Henry juga ikut meramaikan iring-iringan.

Indonesia yang mendapat nomor urut 26 ini berhasil memenangkan kategori penggunaan bunga paling efektif dan penampilan terbaik. Oleh karena itu, Indonesia berhasil meraih President Award di turnamen ini.

Dengan pencapaian yang membanggakan ini, diharapkan pariwisata Indonesia juga bisa semakin maju. Rencana perkembangan pariwisata di Indonesia akan menyentuh banyak titik di 2012. Semoga rencana ini berjalan lancar dan kita sebagai warga negara Indonesia, sudah sepatutnya ikut melancarkan perkembangan ini.

Sumber Artikel : detikTravel